Tag:

Jamaah Asy Syahadatain Di Banyumas Jawa Tengah

Sumber www.scribd.com artikel ini adalah Laporan Penelitian Tentang Interaksi Sosial Kelompok Islam Minoritas Dalam Masyarakat Di berbagai Daerah Jawa Tengah Oleh Badan Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008
Secara nasional Kelompok Jamaah Asy Syahadatain telah terdaftar di Departemen Agama Urutan Ke 56 dengan nomor administrasi D.III/OT.014/174/2001 tanggal 28 mei 2001
Sedangkan di Departemen Dalam Negri telah di daftarkan pada tanggal 28 Maret 2001dengan nomor surat
05/B/DPP/III/2001 dan diterima keberadaannya berdasarkan Surat Nomor Inventaris : 39/D.I/IV/2001

Dalam surat ini dijelaskan sifat kekhususan adalahKesamaan Agama Islam dengan nama organisasi Jamaah Asy Syahadatain Indonesia.
Keberadaan Syahadatain sebagai kelompok keagamaan yang berada di Kabupaten Banyumas ini berasal dari Cirebon Provinsi Jawa Barat. Kelompok ini berdiri pada tahun 1945 di Kabupaten Banyumas tepatnya di Desa Purbadana Kecamatan Kembaran Purwokerto. 
Proses berdirinya berawal kepulangan Kyai Husein (almarhum) dari Pondok Pesantren Tebuireng (Jamsaren) Provinsi JawaTimur dan melanjutkan untuk memperdalam ilmu agama ke Cirebon tepatnya pada Kyai Abah Umar dan Abah Ismail. Pada saat belajar untuk memperdalaminilah Kyai Husein aktif dipengajian yang didirikan oleh Kyai Abah Umardengan nama pengajian AsySyahadatain.
Berdirinya kelompok Syahadatain di Desa Purbadana adalah diawali dengan pendirian masjid Syahadatain oleh Kyai Husein yang didukung oleh adiknya (Kyai Mustangin /Kyai Mustangin adalah adik kandung Kyai Husein yang memiliki kemiripan dari berbagai aspek,terutama dalam aspek fisik. Kyai Mustangin ini secara otomatis menjadi pimpinan Syahadatain setelah Kyai Husein meninggal dunia pada bulan Maret 2008) dan putra-putranya. Proses pendirian masjid initidak dipermasalahkan oleh warga setempat meskipun tidak jauh dari masjid Syahadatain terdapat masjid yang lebih banyak dikunjungi ketika shalat Jum’at.Menurut Kepala Desa (Bapak Warsito/ anggota kelompok Syahadatain termasuk golongan usia yang telah lanjut dan sudah berkeluarga,meskipun ketika shalat terlihat anak muda usia yang berjamaah dan berjubah putih. Sementara itu,orang tua Warsito sebagai Kepala Desa termasuk pengikut setia kelompok Syahadatain) keberadaan masjid Syahadatain tidak mengganggu lingkungan sekitar,baik pada saat melakukan kegiatanDzikir/Tahlil dan Yasin setiap Kamis malam jum’at maupun tawasulan setiap hari Minggu malam Senin.Perkembangan kelompok Syahadatain untuk wilayah Desa Purbadana tidak terlalu pesat, hal ini dikarenakan proses ”ritual” yang diselenggarakanketika dzikir, Tahlil maupun Tawasulan terlalu lama sehingga peminatnya tidak banyak. Menurut Warsito, bahwa keengganan anggota masyarakat untuk tidak mengikuti lebih
dikarenakan tidak kuat mengikuti acara ”ritual” dzikir maupun tawasulan
Sementara dari aspek ibdah sholat tidak ada masalah artinya bisa di ikuti oleh seluruh ummat islam 
Jumlah anggota jamaah kelompok Syahadatain pada awalnya hanya padalingkup keluarga Kyai Husein, namun demikian dalam perkembangannya telahdiminati oleh beberapa orang dari berbagai wilayah di luar KecamatanKembaran. Secara administrasi tidak terdapat jumlah yang pasti, hanya sajamenurut Ahmadi (Anggota sekaligus putra Kyai Mustangin) jumlah jamaahsekitar 200 orang, hal ini akan terlihat ketika penyelenggaraan acara Rajaban dan acara besar lainnya yang melibatkan seluruh anggota jamaah.
PAHAM KEAGAMAAN
Sumber ajaran yang dipedomani oleh warga Jamaah Kelompok Syahadatain sama dengan umat Islam pada umumnya, yaitu berpedoman padaAl Qur’an dan Hadits atau Ahlul Sunnah wal Jamaah Selain kedua dasar utama tersebut juga mengikuti paham Sunni yang melekat pada organisasi Nahdlotul’Ulama.
Bagi Kelompok Jamaah Syahadatain, bahwa Al Qur’an dan Al Hadits itu sebagai sumber utama yang paling agung, akan tetapi untuk menambahamalan-amalan ibadah lainnya dibutuhkan pedoman lain yang melekat padaguru atau berusaha menjalankan amalan seperti yang dijalankan oleh gurunya.
Menurut H. A. Mawardi yang menjadi pengikut sejak tahun 1972 bahwaajaran yang dijalankan oleh anggota kelompok Syahadatain adalah sebagaimana yang dilakukan dan diajarkan oleh guru pendahulunya di Cirebon dengan tidak mengurangi sedikitpun dan ajaran tersebut sama dengan yang dijalankan oleh anggota jamaah Nahdlotul ’Ulama (NU). Oleh karena itu, kelompok ini merasakelompoknya adalah pengikut NU yang konsisten. Hal ini dilihat dari misi utamanya adalah mengistiqomahkan masalah sunnah, seperti selalu bersorban putih, selalu menjalankan sunnah Rowatib dan selalu menjalankan shalat sunnahDhuha dan Tahajjud.Sebagai pelengkap untuk melakukan amalan ibadah setelah shalat fardludigunakan buku pedoman yang diberi nama Aurod Asy-Syahadatain
Buku iniberisi tentang bacaan sebelum melakukan shalat fardlu (puji-pujian )
do’a bukapuasa sebagaimana yang dibaca umat islam lainnya, niat shalat sunnah
niatshalat fardlu dan beberap do’a pada umumnya.Selain niat dan do’a di atas, buku ini juga menuntun jamaah untuk melakukan wirid dengan nama Aurod Ati Saalim
yang diawali dengan Syahadat3 kali, istighfar 100 kali, Dzikir 100 kali, Alloh 100 kali, Huu 100 kali yangdilanjutkan dengan kalimat
Huwalloohu ahad ….
Sampai surat al Ikhlas selesai..Bacaan dilakukan setelah shalat fardlu habis maghrib dan isya terutama malamJum’at. Sedangkan bacaan lainnya yang diberi nama tawasulan dibaca setiaphari Ahad malam Senin
( Dalam pelaksanaan shalat sunnah ini terdapat shalat sunnah Daf’il Balaa dan shalat Isyrooq yangdilakukan dengan dua rokaat.)
Pelaksanaan pembacaan Aurod ATi Salim setiap malam jum’at adalah dikarenakan setiap hari kamis sore Ruh orang yang sudah meninggal datang kepada keluarganya, sehingga diupayakan setiap sejak sore sebelum maghrib sudah mulai dibacakan wirid dan do’a-do’a agar ruh yang datang merasa senang.Sedangkan untuk tawasulan dilakukan setiap hari ahad (minggu) malam senin dikarenakan senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sehingga harus selalu diingat dan dibacakan do’a dengan tawasul agar limpahan rahmat, berkah dan hidayahnya melimpah kepada umatnya terutama kepada yang membaca.

Baik pujian maupun dalam membaca wirid dan bacaan lainnya tidak semuanya dalam bentuk bahasa Arab melainkan juga bahasa Jawa. Khususuntuk pujian, sebelum melaksanakan shalat fardlu berbeda lafadz atau bacaan-bacaan yang dibaca. Misalkan pada saat akan shalat dhuhur pujian yang dibacadiawali dengan kalimat
Robbanaa Dholamna…..,dan pada shalat ashar pujian dalam bentuk shalawatan yang diawali dengan kalimat Alloohumma Sholli ‘Alaanuuril anwaari.
AQIDAH

Terkait dengan akidah yang dikembangkan oleh kelompok Syahadatain tidak berbeda dengan umat Islam lainnya. Hal ini terlihat darikeyakinan terhadap rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah SWT,malaikat, rasul, kitab, hari akhir, qodha dan qodar. Menurut H. A. Mawardi,bahwa aqidah yang dikembangkan dalam kelompok Syahadatain sama sekali tidak ada perbedaan, yaitu tetap menganut pada keyakinan yang 6 sebagai rukun iman. Keyakinan ini tidak lagi dibicarakan dalam kelompoknyadikarenakan sudah pasti dan tidak akan ada perubahan.Keyakinan terhadap rukun iman ini juga nampak dari
lafadz-lafadz yang dibaca setelah shalat wajib dengan menempatkan Malaikat setelah paraNabi. Sebagai contoh ketika shalat maghrib selesai (Aurod Ba’dal Maghrib)dilakukan bacaan Syahadat 3x, Istighfar 7 x, Subhanalloh 3 x, Al Hamdulillah 3 x, Allohu Akbar 3 x, Dzikir 11 x, shalawat 7 x
dilanjutkandengan bacaan do’a dengan wasilah kepada para Rasul dan juga para Malaikat.
SYARIAT

Rukun Islam yang menjadi rujukan atau yang dipedomani olehkelompok Syahasdatain juga sama dengan umat Islam lainnya, yaituSyahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji. Syahadat yang dikenal adalahSyahadat Tauhid untuk mengesakan Allah SWT dan syahadat Rasul untuk meyakinan utusan Allah SWT. Begitu juga dalam persoalan shalat,kelompok Syahadatain berpegang pada adanya shalat wajib ( fardlu ) dan

Aurod Asy-Syahadatain
Buku Pedoman kelompok Syahadatain
 shalat sunnah. Untuk shalat fardlu dilakukan sama dengan umat Islamlainnya, yaitu 5 waktu (Isa, Subuh, Luhur, Asar dan Maghrib). Sedangkanuntuk shalat sunnah terdapat shalat sunnah yang tidak dikenal oleh ummat Islam pada umumnya, yaitu shalat sunnah Daf’ul Balaa’yang dilakukan setelah shalat Isya dengan jumlah rakaat 2 rakaat.Dalam shalat sunnah Daf’ul Balaa’ini terdapat aturan-aturan tertentu, yaitu bacaan setelah shalat adalah Syahadat 3 kali, istighfar 7 kalidan surat-surat pendek lainnya, seperti Alqodr, Ayat Kursi, Al Fiil.Pembacaan surat diawali dengan kalimat Allohumma bihaqqi Alam Taro….
Dilanjutkan shalawat sampai ke khalifah dan dilanjutkan dengan kalimat bahasa Jawa seperti
Abdi Tiyang odo tiyang salah nuhun gendul nuhun Syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW…… Menawi wonten bala fitnah saking kilen tidingna ngilen( terus) nyebul ngulon.
Rangkaian selanjutnya dalam melakukan shalat tolak bala’ ini adalahmenghadap ke barat (
 Madep Ngulan) dengan membaca surat Al Qodr dilanjutkan

Laailaahaillallah Muhammadurrosuulullah menawi wonten balasaking ler sapunana ngaler – nyebul ngalor.
Hal ini dilanjutkan denganmenghadap ke timur (mdep ngetan), madep ngidul,dan madep ngulon dangak mundur dengan bacaan yang tidak jauh berbeda.
Dalam shalat wajib secara umum tidak ada perbedaan yang berarti.Hanya saja ketika shalat Jumat terdapat perbedaan yang nampak darikeumuman yang dilakukan oleh masyarakat NU. Perbedaan tersebut antaralain jumlah jamaah shalat Jum’at tidak harus 40 orang sebagaimana yangdilakukan di masjid NU umumnya, Jamaah kebanyakan berasal dari luarwilayah desa Purbadana dan shalat sunnah qobliyah maupun ba’diyah dilakukan secara berjamah.Puasa, zakat dan haji yang dijadikan pedoman sekaligus dilaksanakanoleh kelompok Syahadatain tidak berbeda dengan masyarakat Islam padaumumnya, yaitu puasa wajib dilaksanakan ketika bulan Ramadhan denganmengikuti pemerintah untuk mengawali dan mengakhiri. Adapun untuk shalat Iedul fithri maupun Iedul Adha dilaksanakan di Masjid Syahadatain.Begitu juga zakat yang dilakukan adalah zakat fitrah sebelum shalat Iedul

fithri dan Haji diwajibkan bagi yang memiliki kemampuan secara finasial dan fisik

0 komentar:

Komentar

Lainya

Recent news

Jalan Jalan